PANGKALPINANG,- Guna merencanakan kegiatan pembangunan bidang lingkungan hidup dan kehutanan tahun mendatang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat koordinasi bersama empat UPT Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang ada di wilayah Bangka Belitung dan tujuh Dinas Lingkungan Hidup dari Kabupaten Kota se provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sementara dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan sendiri hadir dari bidang bidang dan UPTD baik kehutanan (KPH) maupun Lingkungan (Laboratorium).
Selain itu hadir pula kepala Bappeda Babel Fery Insani memberikan gambaran terkait posisi kekuatan APBD untuk 2025 terkait dengan pendapatan dan belanja untuk menyusun RKPD 2025.
Rapat Koordinasi Perencanaan Tahun 2025 bidang lingkungan hidup dan kehutanan itu dibuka Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fery Afriyanto berlangsung di ruang rapat kantor DLHK Babel Air Itam Pangkalpinang, Kamis (22/2/2024).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Fery Afriyanto didampingi Sekdis Edi Kurniadi mengatakan, rapat koordinasi ini dilaksanakan untuk tertib, efektif dan efisien dalam pelaksanaan kegiatan di tahun 2025.
Dikatakannya, tahun 2025 fokus pembangunan lingkungan hidup provinsi kepulauan Bangka Belitung tetap dengan sasaran yang akan hendak dicapai meningkatkan pengendalian dan perlindungan lingkungan hidup dan kehutanan untuk mecapai indeks kualitas lingkungan hidup (iklh)
;tahun 2025 fokus kita masih sama untuk dlhk provinsi kepulauan Bangka Belitung sasaran yang akan kita capai meningkatkan pengendalian dan perlindungan lingkungan hidup dan kehutanan dengan indikator lingkungan hidup, sebetulnya iklh ini memiliki ruang lingkup luas untuk pecapaiannya jadi bukan cuma lingkup kewenangan di provinsi juga ada kewenangan kabupaten kota bahkan pusat untuk meningkatkan iklh;, terang Fery Afriyanto.
Pada tahun 2024 ini, Kadis LHK Babel menyebutkan untuk meningkatkan indeks kualitas lingkungan hidup diantaranya upaya perbaikan lahan kritis di Bangka Belitung dengan program yang dicanangkan gubernur menanam satu juta pohon, dan untuk perlu dukungan seluruh stakeholder.
;terkait dengan ini (penanaman) tidak hanya dari BPPH untuk perbaikan lahan kita di Bangka Belitung tapi dari seluruh stakeholder baik itu pemegang izin pertambangan pemegang izin usaha perkebunan kemudian BPPH yang lain mungkin jasa lingkungan kemudian yang bergerak dibidang perindustrian nanti kita minta kontribusinya untuk melaksanakan penanaman serentak ditahun 2024 ini untuk memperbaiki lahan kritis;, harap kadis LHK.
Lahan kritis di Bangka Belitung tercatat 167.065 hektar terbesar 70 persen disebabkan kegiatan penambangan.
Pembahasan rencana kerja bidang lingkungan hidup dan kehutanan 2025 terbagi dalam dua kelompok, bidang lingkungan hidup menggunakan ruangan lantai 2 dan bidang kehutanan di ruang rapat utama lantai bawah. (suh)