Pangkalpinang- Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan program berlingkup Nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca. Guna meningkatkan keterlibatan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prov. Kep. Babel melalui bidang Tata Lingkungan mengadakan workshop pembinaan sistem registrasi nasional (SRN) dan spectrum program kampung iklim Tahun Anggaran 2023 di fox harris hotel Pangkalpinang. selasa (28/2/2023).

Sekretaris DLHK Babel, Edi Kurniadi dalam sambutannya mengatakan bahwa Indonesia telah menetapkan target kontribusi pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) yang disebut dengan National Determined Contrubution (NDC) sebesar 25% dengan upaya sendiri dan sampai dengan 41% dengan dukungan kerja sama internasional dari kondisi tanpa ada aksi pada tahun 2030. Dalam pencapaian target tersebut berbagai upaya dilakukan diantaranya melalui program kampung iklim (Proklim).

Berdasarkan data dari Direktorat Adaptasi perubahan iklim KLHK bahwa sampai dengan Tahun 2022 jumlah lokasi proklim yang telah teregistrasi sebanyak 4.218 lokasi proklim se-Indonesia untuk mencapai target 20.000 sampai tahun 2024 masih terdapat GAP sebanyak 15.782 lokasi.

Adapun total Lokasi proklim di Provinsi Kep. Bangka Belitung sampai dengan Tahun 2022 yang telah terigistrasi sebanyak 15 lokasi proklim yang tersebar di Kabupaten bangka, bangka barat, bangka tengah, bangka selatan, belitung dan belitung timur. Dan Tahun 2023, target calon lokasi proklim di wilayah Prov. Kep. Babel yang akan diusulkan dan didaftarkan dalam SRN-PPI KLHK sebanyak 20 calon lokasi proklim yang berada di kawasan hutan yang didukung melalui proyek RBP REDD + GCF Indonesia dan 7 lokasi melalui Anggaran DLHK Tahun 2023."jelasnya.

Edi kurniadi berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan kapasitas penyelenggaraan program kampung iklim sebagai upaya dan peran pemerintah daerah untuk menggerakkan potensi masyarakat di tingkat tapak dalam upaya adaptasi dan mitigasi pengendalian perubahan iklim.

Workshop ini juga menghadirkan narasumber dari Direktorat Mitigasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan diikuti Sebanyak 40 peserta.