PANGKALPINANG.- Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Povinsi Kepulauan Bangka Belitung berupaya mengantisipasi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan disaat musim kemarau tahun 2022.
Untuk itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fery Afriyanto menyurati Kepala UPTD KPHP/L untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan kejadian karhutla pada puncak musim kemarau 2022.
Melalui surat nomor 522/874/DLHK tertanggal 14 Juni 2022 itu, Kadis LHK Fery Afriyanto minta kepala KPHP/L untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta kerjasama terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan melakukan monitoring titik panas/hotspot dan/atau informasi kebakaran hutan dan lahan, memastikan kesiapsiagaan personil/SDM dalkarhutla serta ketersediaan peralatan sarana dan prasarana penanganan karhutla yang memadai dalam keadaan siap pakai, dan mengintensifkan kegiatan pengendalian karhutla melalui patroli pencegahan, penyuluhan, sosialisasi penyadartahuan, dan pemasangan spanduk pada daerah rawan karhutla serta mengaktifkan pengawasan terhadap indikasi kejadian karhutla dan cek lapangan.
Selain itu, Fery Afriyanto juga minta para kepala KPHP/L meningkatkan komunikasi, koordinasi dan sinergi dengan para pihak terkait dalam upaya pengendalian karhutla, dan menyampaikan laporan pengecekan informasi titik panas/hotspot dan/atau informasi kebakaran hutan dan lahan, laporan rutin/berkala maupun insidentil kejadian karhutla.
Sementara itu, Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup dan Kehutanan DLHK Bangka Belitung melalui Seksi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan sudah turun ke lapangan untuk mengedukasi masyarakat pentingnya pengendalian dan pencegahan karhutla.
Kepala Sub Koordinator Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Polisi Kehutanan Ahli Muda Era Gusdita, S.Hut.,M.M. mengatakan, pihaknya melakaukan pendekatan dengan menemui kelompok kelompok pengelola hutan dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
"koodinasi dan pembinaan terkait pengendalian kebakaran hutan dan lahan selain ke KPH kita juga ke kelompok masyarakat seperti hutan kemasyarakatan (HKm), hutan desa atau juga ke desa desa yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan", terang Era
Lebih lanjut Era Gusdita menambahkan, melalui spanduk dengan tagline Lebih baik mencegah daripada memadamkan dipasang diberbagai tempat yang mudah terlihat masyarakat sebagai bentuk kampanye pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, bersifat menghimbau untuk tidak melakukan pembakaran juga mengajak bersama sama mencegah terjadinya kebakaran hutan.
"jadi upaya yang kita lakukan sebagai antisipasi menghadapi musim kemarau ini kita melakukan sosialisasi juga kampanye pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dengan memberi sepanduk yang bersifat himbauan untuk tidak melakukan pembakaran juga spanduk berupa ajakan bersama sama mencegah terjadinya kebakaran hutan kalok dak kite sape agik sebagai upaya preventif (pencegahan) yang bisa kita lakukan", ucap Era Gusdita.
Era Gusdita juga menginformasikan, tahun lalu di Kabupaten Bangka khususnya di desa Berbura dan desa Pangkal Niur Kecamatan Riau Silip telah dibentuk Masyarakat Peduli Api oleh UPT Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan , Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan guna membantu pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika merekomendasikan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan kategori moderat dan tinggi pada bulan Mei –Juni dan pada Agustus ini di beberapa wilayah khususnya di Sumatera dan Kalimantan.