PANGKALPINANG,- Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengundang berbagai pihak mengikuti  Workshop Pengembangan Kapasitas Kelembagaan dan SDM Dalam Pengelolaan Keanekaragaman Hayati.

Workshop berlangsung sehari dibuka Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Fery Afriyanto berlangsung Kamis (7/3/2024) di ruang rapat kantor DLHK Air Itam Pangkalpinang.

Kabid Tata Lingkungan Hidup Hutriadi mengatakan, Provinsi Kepuluan Bangka Belitung memiliki keanekaragaman hayati  yang tidak kalah unik dan eksotis dibanding provinsi lain, namun keanekaragaman hayati di Bangka Belitung saat ini mengalami tekanan yang sangat berat banyak ancaman yang akan merusak atau mengurangi keanekaragaman hayati di kepulauan Bangka Belitung.

Penyebabnya tak lain adalah dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan berbagai aktifitas manusia di kawasan hutan.

;ancaman keanekaragaman hayati selain masalah kerusakan habitat karena aktifitas manusia  penambangan, ilegal logging, perkebunan ilegal terutama di kawasan hutan dan sampai saat ini yang namanya penambangan liar masih tetap jalan ancaman lainnya masuk spesies asing yang inpasif dari luar Bangka Belitung seperti jenis burung dan ikan lepas ke alam liar maka sepesies endemik  akan kalah bersaing dengan spesies inpasif;, kata Hutriadi.

Hutriadi memaparkan, Indeks Kualitas Tutupan Lahan di Bangka Belitung setiap tahunnya cenderung menurun dan lahan kritis semakin mengkhawatirkan dengan prosentase 10% kritis dan sangat kritis. Luas lahan kritis ini 167.104 hektar terbagi lahan kritis didominasi oleh wilayah APL yang mengkhawatirkan lahan sangat kritisnya didominasi di kawasan hutan baik hutan lindung maupun hutan konservasi.

Hutan merupakan rumah bagi flora dan fauna habitat mereka, karena itu Kabid Tata Lingkungan Hidup Hutriadi mengajak seluruh stakeholder memperluas jaringan kerjasama bahu membahu dalam pengelolaan keanekaragaman  hayati.

;kehadiran berbagai stakeholder di kegiatan workshop mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengelolaan keanekaragaman  hayati, kita mempunyai keunggulan kekurangan dan keterbatasan  dan bagaimana kita mengatasi  keterbatasan tadi  tentunya kita perlu memperluas jaringan kerjasama dengan seluruh elemen karena ancaman yang kita hadapi ini sangat besar kita harus bahu membahu sesuai peran masing masing;, harapnya.

Hutriadi juga mengajak peserta workshop mencarikan solusi apa yang harus dilakukan dengan mengembangkan kapasitas  agar lebih berdaya lebih mampu untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.

;mudah mudahan workshop pada pagi hari ini bisa memberi pencerahan meningkatkan wawasan kita dan tentu lebih meningkatkan kepedulian kita terhadap keanekaragaman hayati di Kepulauan Bangka Belitung;, tutupnya.

Workshop yang menghadirkan narasumber dari Direktorat  Konservasi Keanekaragaman Hayati  Spesies Ekosistem dan Genetik Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementrian LHK RI Irwan Afrizal Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda dan Guntur Wijaya Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda itu diikuti peserta dari Dinas terkait lingkup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, UPT Kementrian LHK, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi, Perusahaan, LSM Lingkungan serta Organisasi pecinta flora dan fauna di Bangka Belitung. (suh)