Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar upacara peringatan hari ulang tahun ke 55 Polisi Kehutanan (Polhut) tahun 2021.
Upacara dilaksanakan secara sederhana berlangsung di ruang rapat Dinas LHK Air Itam Pangkalpinang, Selasa (21/12/2021) bersamaan dengan upacara di Kementrian LHK Plaza Ir. Soedjono Soerdjo Manggala Wanabakti Jakarta.
Bertindak selaku pembina upacara Sekretaris Dinas LHK Edi Kurniadi mewakili Kepala Dinas, dihadiri pejabat administrator dan pejabat pengawas yang membidangi Kehutanan serta undangan.
Dalam sambutan tertulis Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dibacakan Sekdis Edi Kurniadi mengingatkan, gangguan keamanan hutan saat ini masih tinggi dan perkembangan teknologi ikut mendorong meningkatnya kejahatan kehutanan yang merupakan ancaman bagi kelestarian sumber daya alam.
Karena itu katanya, dibutuhkan kecerdasan dan ketepatan cara bertindak Polhut.
Kejahatan lintas negara seperti illegal loging dan peredaran illegal tumbuhan dan satwa liar memerlukan penanganan secara profesional.
"untuk itu saya berpesan agar saudara saudara anggota Polhut untuk semakin meningkatkan kualitas, bangun strategi proaktif dan preventif dengan tindakan yang humanis." harap menteri LHK.
Menteri LHK Siti Nurbaya seperti disampaikan Sekdis Edi Kurniadi juga minta polisi kehutanan meningkatkan profesionalisme dan transparansi dalam penegakan hukum untuk memberikan rasa adil terhadap masyarakat, memperkuat koordinasi dan kerjasama dengan Polri, TNI, Pemerintah Daerah, Kementrian/Lembaga dan masyarakat serta mengoptimalkan kinerja Polhut, mewujudkan sistem kerja dalam satu kesatuan komando.
Terpisah Sekretaris Dinas LHK Babel Edi Kurniadi usai upacara secara khusus minta Polhut lingkup DLHK Babel meningkatkan kinerja dan kepada personil untuk menjaga profesionalisme dalam melaksanakan tugasnya.
"saya pikir yang terpenting kinerja ditingkatkan dan untuk pribadi atau personnya tolong jaga profesionalisme polhut karena saat ini khususnya provinsi babel sedang menghadapi situasi harga bahan tambang timah yang mahal dan diindikasikan banyak tambang illegal perambahan hutan." harapnya.
Menyinggung jumlah polhut di Babel yang saat ini berjumlah 30 orang, Edi Kurniadi mengatakan, masih kurang yang idealnya paling tidak berjumlah 65 orang untuk mengawasi hutan di daerah ini.
DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya untuk menenuhi kekurangan itu dengan mengusulkan penambahan polhut ke BKPSDMD.