Pangkalpinang-Dukung program Indonesia hijau, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adakan verifikasi dan asistensi indeks data program Indonesia hijau Selasa (27/9/22) di ruang rapat DLHK Babel.

Kepala Dinas LHK Babel, Fery Afriyanto mengatakan provinsi kepulauan Bangka Belitung masih mengandalkan eksploitasi sumber daya alam salah satunya pertambangan, tentunya aktivitas ini juga meningkatkan tekanan terhadap besarnya alih fungsi lahan dan degradasi kualitas lahan terutama dari aktivitas pertambangan yang tidak ramah lingkungan.

Dengan maraknya investasi tambak udang dan peningkatan aktivitas perkebunan serta pemukiman turut memberikan tekanan terhadap degradasi lahan, untuk itu indeks kualitas lahan harus menjadi prioritas peningkatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan indeks kualitas lingkungan hidup selain indeks kualitas air, udara dan air laut.

Pada Tahun 2021 trend pencapaian indeks kualitas lahan Prov. Kep. Babel memang mengalami kenaikan dari Tahun 2020 sebesar 0,78 point dan Tahun 2021 sebesar 40,1, tentunya ini masih menjadi tantangan kita secara bersama untuk melakukan berbagai intervensi sehingga kualitas lingkungan hidup di provinsi kepulauan bangka belitung dapat kita tingkatkan.

"Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan informasi kepada seluruh Kabupaten/ Kota tentang berbagai intervensi untuk peningkatan indeks tutupan lahan kita untuk mewujudkan Provinsi Kep. Babel yang lebih asri, hijau dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Kep. Babel.

Narasumber dari kegiatan ini Setyawan Warsono Adi Fungsional PEDAL Ahli Muda Direktorat Pengendalian Lahan Dirjen Pengendalian Pencemaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  diikuti oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/ Kota dan Pejabat Eselon III DLHK Babel dan Pejabat Fungsional bidang Tata Lingkungan.