PANGKALPINANG,- Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menghijaukan Bumi Perkemahan Bangka Selatan di Toboali.

Penghijauan dilakukan dalam rangkaian kegiatan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai  (GNPDAS) tahun 2022 yang saat ini sudah pada persiapan akhir.

Wakil Ketua panitia pelaksana hari Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai  (GNPDAS) tahun 2022 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Hasanudin mengatakan, bumi perkemahan seluas 6 hektar lebih tersebut akan ditanami ratusan batang bibit berbagai jenis pohon tanaman.
Lebih lanjut Hasanudin menjelaskan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyiapkan  7 jenis pohon tanaman  yaitu cemara laut, cempaka, durian okulasi, jambu mete, ketapang, mangga okulasi dan trembesi.

"jumlahnya ada 230 batang  cemara laut 50, cempaka 30 , durian okulasi 10, jambu mete 40, ketapang 30, mangga okulasi 20 dan trembesi 50," terang Hasanudin.

Kegiatan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) tahun 2022 yang akan dilaksanakan 6 Desember nanti juga mendapat dukungan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Baturusa Cerucuk Kepulauan Bangka Belitung.
"nanti juga ada dari BPDAS bibit untuk souvenir dan juga bibit untuk ditanam," tambah Hasanudin.

Selain melakukan penanaman pohon, kegiatan GNPDAS di Bangka Selatan juga akan dilaksanakan penyerahan bibit produktif kepada masyarakat, organisasi masyarakat, pramuka dan instansi pemerintah serta juga penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba Wana Lestari tingkat Provinsi tahun 2022.

Bumi Perkemahan Bangka Selatan menjadi sasaran  penghijauan GNPDAS 2022 mengingat lahan ini gersang yang hanya banyak ditumbuhi semak semak.

Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) pertama kali dicanangkan pada tahun 2018 yang merupakan gerakan diinisiasi oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  bersama masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam memulihkan hutan dan lahan untuk penyelamatan sumber daya air, produktifitas lahan, perubahan iklim dan pencegahan bencana hidrometeorologi. (suh)