PANGKALPINANG - Ketua Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merasa prihatin dengan kondisi mangrove di daerah ini.

Ketika membuka Diskusi Program Kerja Kelompok Kerja Mangrove Daerah, Selasa (5/7/2022) di ruang rapat DLHK, Sekda Babel selaku ketua KKMD diwakili Asisten Administrasi Umum Yunan Helmi mengungkapkan, hutan bakau di beberapa tempat seperti di daerah Rebo dan Selindung rusak akibat aktifitas penambangan.

"kami ingin mengajak bapak ibu semua untuk bekerja bersama sama karena mangrove kita ini saya sedih melihatnya", ungkap Yunan.

Selain itu, Yunan Helmi minta KKMD serius memulihkan kerusakan hutan bakau ini untuk kelangsungan hidup habitat laut.

"mangrove itu tempat habitat laut untuk berkembang biak", tegasnya

Lebih lanjut Yunan Helmi mengapresiasi kegiatan Kelompok Kerja Mangrove Daerah ini.

"atas nama pemerintah provinsi mengucapkan terima kasih sebesar besarnya atas kerja tim pokja tim mangrove ini mudah mudahan bapak ibu bekerja diridhoi Allah Tuhan Yang Maha Esa",  tutup Yunan Helmi.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fery Afriyanto mengharapkan, tim kerja KKMD dapat merencanakan kegiatan konservasi dan rehabilitasi mangrove dengan baik.

"bagaimana kita memfasilitasi kawan kawan di lapangan sehingga kita bisa memberikan yang terbaik dalam hal yang berkaitan dengan konservasi dan rehabilitasi mangrove kita dengan data yang valid", pinta Kadis LHK Fery Afriyanto.

Guna menangani masalah kerusakan hutan mangrove perlu melibatkan partisipasi masyarakat, karena  itu direncanakan akan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya habitat tanaman mangrove dan manfaatnya bernilai ekonomis.

Kelompok Kerja Mangrove Daerah dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung nomor 188.44/309/DLHK/2022 tertanggal  10 Mei 2022.