Pangkalpinang – Kementerian Lingkungan Hidup melalui Pusat Pengendalian Pembangunan Sumatera menggelar kegiatan Evaluasi dan Pembinaan Pemantauan Ketaatan Penerapan Instrumen Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Wilayah III Sumatera, bertempat di Hotel Grand Safran, Pangkalpinang, Rabu (12/11/25). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Deki Susanto, ST., MM.

Dalam sambutannya, Deki menyampaikan bahwa permasalahan lingkungan hidup saat ini telah menjadi tantangan besar yang perlu diantisipasi bersama.“Permasalahan lingkungan hidup saat ini ibarat bom waktu yang dapat meledak kapan saja apabila tidak diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan hidup harus dilakukan melalui pendekatan pembinaan yang konstruktif serta pengawasan yang akuntabel,” ujarnya.

Deki menegaskan bahwa kolaborasi aktif antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci penting dalam mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan evaluasi dan pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas sumber daya manusia di bidang lingkungan hidup sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari strategi pembinaan dan pengawasan non-formal dalam rangka meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan, khususnya dalam pelaksanaan program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER).

“Pada tahun ini, pelaksanaan PROPER juga telah melibatkan DLH Kabupaten/Kota sebagai evaluator,” tambahnya. Melalui kegiatan ini, Deki berharap seluruh pihak yang hadir dapat memahami dan bergerak secara sinergis dengan semangat kolaboratif demi menjaga dan melestarikan lingkungan hidup yang lebih baik.

Ia juga menegaskan komitmen DLHK Provinsi Kep. Bangka Belitung untuk terus mendorong sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan serta mendukung investasi di berbagai sektor pembangunan.

“Saya mengimbau seluruh peserta agar berperan aktif dalam kegiatan ini, memberikan saran dan masukan untuk menghasilkan solusi terhadap berbagai permasalahan lingkungan yang dihadapi. Hal ini menjadi pedoman moral dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik,” tutupnya.