Dalam perayaan HUT RI Ke-80 Tahun 2025, pada gari Rabu, 3 September 2025 dilaksanakan Pawai Kendaraam Hias Tingkat Provinsi Kepuluan Bangka Belitung. Dinas Kehutanan turut serta merawaikan gelaran tersebut dan menyapa masyarakat yang dengan setia meunggu meskipun Kota Pangkalpinang dan sekitarnya diguyur hujan sejan malam hari. Tema yang diambil adalah Bumi, Perubahan Iklim dan Bagaimana Kita Beradaptasi. Sebagai wujud dalam adaptasi perubahan iklim dibagikan seratus bibit tanaman produktif kepada penonton di berbagai titik bagi, dengan jenis Alpukan 40 batang, Rambutan 20 batang dan Petai 20 batang.

Berikut narasi tema dari tema kendaraan hias yang diusung Dinas Lingkungan Hisup Dan Kehutanan
Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan memiliki tugas membantu Gubernur menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang ditugaskan kepada Provinsi.

Menampilkan simbolik gerakan merawat bumi dari proses perubahan iklim yang tidak mungkin dihindari namun bagaimana upaya beradaptasi atas perubahan iklim yang terjadi. Dengan slogan Bumi Lestari Menopang Negeri, yang di simbolkan dalam bentuk bola dunia yang dilindungi oleh tanaman mangrove.

Bola Dunia melambangkan Bumi kita yang sedang menghadapi tantangan besar : perubahan iklim. Perubahan iklim bukan hanya sekadar isu lingkungan, tapi juga berdampak pada kehidupan kita sehari-hari.

Pohon Mangrove menggambarkan pohon yang memiliki banyak manfaat, diantarnya perlindungan pantai, penyerap karbon, habitat spesies (burung, ikan, kepiting/rajungan, udang), pembersih air, sumber penghidupan masyarakat, pencegah banjir, dan menjaga kualitas tanah.

Mangrove bukan hanya rumah bagi berbagai spesies, tapi juga berperan penting dalam menyerap karbon dioksida dan melindungi pantai dari abrasi. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki garis pantai mencapai 1.200 kilometer, dengan tanaman yang didominasi oleh mangrove, namun telah banyak mengalami kerusakan dan perlu upaya nyata dari kita semua untuk mengembalikan luasan dan kualitas tanamannya.

Namun, kita masih bisa melakukan sesuatu untuk mengurangi dampaknya. Salah satu cara adalah dengan merawat dan melestarikan ekosistem mangrove. Dengan merawat mangrove dan mengurangi emisi gas rumah kaca, kita bisa menciptakan masa depan yang lebih baik untuk generasi mendatang. Ayo, kita mulai dari sekarang!

Bumi Lestari Menopang Negeri

Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju