Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Penyuluh Kehutanan Indonesia (DPW IPKINDO) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mendatangi sekolah sekolah mengedukasi pelajar tentang kehutanan dan lingkungan.
Rencana kegiatan itu salah satu butir hasil rapat tahunan triwulan ke 2 tahun 2021 DPW IPKINDO Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang digelar Kamis 1/7/21 di pulau Ketawai Kabupaten Bangka Tengah.
Ketua DPW IPKINDO Bangka Belitung Sugeng Sumiarto, S.Hut mengatakan, rencana tersebut mengisi kegiatan pertemuan triwulan berikutnya yang akan berlangsung September nanti di Sekretariat IPKINDO Babel ex Kantor Dinas Kehutanan di Jalan Mentok Pangkalpinang.
Pada kegiatan tersebut disertai kegiatan penanaman pohon di lingkungan sekolah yang langsung melibatkan pelajar.
"inti dari kegiatan triwulan tersebut yaitu diisi oleh kegiatan yang bersifat edukatif dan bermanfaat untuk masyarakat serta lingkungan." terang Sugeng Sumiarto.
Selain membahas program kerja tahun berjalan, rapat tahunan triwulan ke 2 DPW IPKINDO Bangka Belitung yang mengusung tema "Membangun Penyuluh Kehutanan Yang Profesional" juga sudah merencanakan kegiatan tahun mendatang dengan penanaman pohon produktif di sebuah sekolah Kabupaten Bangka Tengah.
"rencana tahun depan akan mengadakan secara seremonial dengan mengundang dari dinas LHK dan KPH Sungai sembulan yaitu kegiatan penanaman tanaman produktif buah buahan di sekolah MAN Insan Cendikia Namang Bangka Tengah." tambah Sugeng.
Guna mewujudkan kegiatan penanaman di sekolah untuk mendapatkan bibit, IPKINDO akan bersurat kepada BPDAS HL Baturusa Cerucuk menyiapkan bibit tanaman produktif.
Sugeng Sumiarto menjelaskan, DPW IPKINDO Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terbentuk dengan Surat Keputusan DPP IPKINDO Nomor 6/IPKINDO/11/2020 tertanggal 11 November 2020 yang saat ini beranggotakan 32 orang.
"bahwa IPKINDO ini adalah organisasi profesi yang bersifat independen mandiri yang berbadan hukum sebagai wadah organisasi bagi segenap penyuluh kehutanan di seluruh Indonesia, di Bangka Belitung di bawah binaan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan." pungkas Sugeng.