Mentok - SMA Negeri 1 Mentok, Kabupaten Bangka Barat, menjadi salah satu sekolah yang mengikuti Verifikasi Lapangan dalam rangka penilaian Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi (CSAP) tahun 2025. Verifikasi ini dilakukan oleh tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, setelah sekolah lolos tahap verifikasi administrasi dengan perolehan nilai minimal 80.

Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda, Tutun menjelaskan kegiatan verifikasi lapangan ini bertujuan untuk mengecek secara langsung implementasi program lingkungan hidup di sekolah, sekaligus memastikan bahwa nilai-nilai Adiwiyata telah diterapkan secara nyata oleh sekolah.

Dalam aspek kebersihan, sanitasi, dan drainase, SMAN 1 Mentok menunjukkan kondisi lingkungan yang terjaga. Drainase sekolah bersih dan berfungsi baik. Tersedia fasilitas cuci tangan dengan air kran yang mengalir, serta toilet yang bersih dan layak digunakan.

Pengelolaan Sampah dan Inovasi 3R Sekolah telah menyediakan tong sampah dan kotak sedekah sampah botol mineral yang dikelola bekerja sama dengan Bank Sampah De El Ha Bangka Barat. Ketika kotak telah penuh, botol dikumpulkan dan diambil langsung oleh bank sampah.

Meskipun pemilahan tong sampah organik dan anorganik belum maksimal, sekolah berkomitmen segera memulai pengolahan sampah organik. Dalam praktik 3R (Reduce, Reuse, Recycle), siswa membawa tumbler pribadi, memanfaatkan kertas bekas sebagai amplop, dan memproduksi kompos dari daun kering. Selain itu, botol bekas juga digunakan untuk pot tanaman dan pagar taman.

Dalam aspek Penghijauan dan Konservasi Lingkungan setiap kelas memiliki taman mini dengan beragam tanaman, mulai dari bunga, tanaman obat keluarga (toga), hingga pohon buah-buahan. Upaya konservasi air dilakukan dengan membuat biopori dan sumur resapan. Sekolah juga telah menyediakan kolam tadah hujan, meskipun belum berfungsi sepenuhnya karena belum diisi ikan.

Untuk konservasi energi, ruang kelas memanfaatkan pencahayaan alami dan tidak menggunakan lampu atau AC saat belajar.

Sekolah juga telah mengembangkan inovasi lingkungan seperti pembuatan minuman ekstrak bunga telang, jamu tradisional, dan eco-enzyme. Tim penilai memberikan masukan agar inovasi ini bisa dikembangkan menjadi karya ilmiah siswa ke depannya.

Verifikasi lapangan ini dihadiri oleh Tim Penilai CSAP dari DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Komunitas lingkungan PEPELINGASIH, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah SMAN 1 Mentok, Guru pembina Adiwiyata, Kader Adiwiyata (perwakilan siswa).