Pemali – Dalam upaya mewujudkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim di tingkat tapak, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus mendorong partisipasi masyarakat melalui pengembangan Program Komunitas untuk Iklim (ProKlim).
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov. Kep. Babel Deki Susanto mengatakan dalam sambutannya ProKlim merupakan program nasional yang bertujuan untuk mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan pemerintah daerah dalam aksi adaptasi terhadap dampak perubahan iklim serta mitigasi emisi gas rumah kaca (GRK) secara berkelanjutan. Program ini juga memberikan pengakuan terhadap upaya pengendalian perubahan iklim yang telah dilakukan oleh komunitas-komunitas di tingkat lokal.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Bapak Bambang Patijaya, S.E., M.M – Ketua Komisi VII DPR RI, Ibu Nurul Fadilah – Perwakilan dari Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon, KLHK, Bapak Deki Susanto, S.T., M.M – Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prov. Kep. Babel, Bapak Edwin Setiady, S.T., M.T – Kepala Bidang Tata Lingkungan, DLHK Prov. Kep. Babel, Bapak Firmansyah, S.STP – Camat Pemali.
Adapun narasumber pada kegiatan ini yaitu Ibu Nurul Fadilah dari KLHK dan Ibu Refa Riskiana dari Bidang Tata Lingkungan Hidup Provinsi Kep. Bangka Belitung.
Deki Susanto juga menjelaskan Capaian ProKlim di Bangka Belitung hingga akhir Mei 2025, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah mencatat sebanyak 119 lokasi ProKlim yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.
Khusus untuk Kabupaten Bangka, tercatat 30 lokasi ProKlim telah teregistrasi dalam Sistem Registri Nasional (SRN PPI), yang terdiri dari 10 lokasi dengan kategori ProKlim Pratama dan 20 lokasi dengan kategori ProKlim Madya.
Lebih lanjut Deki berharap melalui kegiatan sosialisasi ini, seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, perangkat desa, serta instansi pemerintah di tingkat lokal semakin memahami pentingnya aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Sosialisasi ini juga bertujuan untuk mendorong lahirnya inisiatif-inisiatif ProKlim baru yang berbasis pada potensi dan kearifan lokal, guna menciptakan masyarakat yang tangguh terhadap perubahan iklim dan berkontribusi terhadap pencapaian komitmen nasional dan global.