Sungailiat_Auditorium Depati Amir Tanjung Pesona Beach Resort Sungailiat Bangka dipenuhi oleh 50 peserta Temu Kader Adiwiyata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama 2 hari 14-15 September 2023. Menindaklanjuti amanat Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor  P. 52/MENLHK/SETJEN/KUM. I/9/2019 tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah atau disingkat PBLHS  bahwa tim pembina Gerakan PBLHS Provinsi  bertugas untuk melakukan pembinaan kepada tim pembina GPBLHS Kabupaten/Kota, tim penilai adiwiyata Kabuoaten/Kota, Instansi terkait dan pihak lainnya termasuk salah satunya adalah kader adiwiyata yg merupakan siswa siswi sekolah adiwiyata yg bertugas melaksanakan gerakan PBLHS sekaligus sebagai influencer penerapan perilaku ramah lingkungan hidup di sekolah.

Pembukaan acara dilaksanakan pada tanggal 14 September oleh Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup, DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hutriadi, S. Si., M. Sc. Dalam sambutannya Hutriadi menjelaskan esensi dari pelaksanaan acara ini adalah selain sebagai upaya memotivasi kader adiwiyata dalam menjalankan tugasnya dengan membekali pengetahuan serta meningkatkan keterampilannya, juga sebagai ajang pertukaran informasi dan pengalaman dari siswa siswi yg berasal dari 22 sekolah yg berbeda terkait bagaimana kondisi terkini sekolah adiwiyata masing - masing dan bagaimana peran mereka selaku kader adiwiyata dalam mewujudkan tujuan dari gerakan PBLHS.

Pembekalan ilmu dan keterampilan kepada peserta diperolah dari 5 orang narasumber dari DLHK, dan 2 orang narasumber dari penggiat lingkungan yaitu Komunitas Becak Babel. Materi yg disampaikan adalah peran dan tugas kader adiwiyata dalam upaya menjaga kebersihan, sanitasi dandrainase, upaya pengelolaan sampah, upaya penanaman pohon, upaya konservasi air dan energi, melakukan Inovasi serta teknik komunikasi masa, tata cara kampanye dan publikasi penerapan perilaku ramah lingkungan hidup.

Acara temu kader ini menjadi menarik karena pada hari kedua, peserta dibawa fieldtrip ke markas Becak Babel untuk melaksanakan observasi dan praktek singkat terkait pengelolaan sampah organik dna non organik melalui pengembangan budidaya magot (BSF), pencacahan dan pengolahan sampah plastik dan pengomposan. Tidak hanya itu, Becak Babel yang dipimpin oleh Arinda juga membagikan pengalaman bagaimana perjuangan dan sejarah merintis sebuah socialpreneur yang saat ini bisa dikatakan merupakan salah satu contoh implementasi sirkular ekonomi dari pengelolaan sampah.

Tika Khairani, peserta dari SMA Setiabudi mengungkapkan kesan dan pesan  pada akhir acara di hari kedua yang mewakili seluruh peserta bahwa peserta merasa senang dapat mengikuti acara ini, karena banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman serta teman baru, disampaikan juga pesan untuk DLHK agar menyelenggarakan acara ini setiap tahun untuk update pengetahuan dan keterampilan baru dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Acara temu kader ditutup pada hari kedua secara resmi oleh Fianda selaku Subkoordinator Peningkatan Lapasitas Lingkungan Hidup, dengan harapan peserta dapat menjadi contoh yang ideal sebagai generasi muda yang mencintai dan peduli lingkungan sesuai dengan tagline Temu Kader Adiwiyata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2023 yaitu CAKEP (Cekatan, Andalan, Kreatif, Energic dan Peduli).

Salam lestari...