PANGKALPINANG,- Upacara peringatan hari bakti rimbawan tahun 2026 di Bangka Belitung berlangsung  di halaman kantor Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XIII Jalan Pasir Padi Air Itam Pangkalpinang, Senin (16/03/2026) diikuti jajaran kehutanan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bangka Belitung dan UPT Kementrian Kehutanan di Bangka Belitung,

Bertindak selaku komandan upacara Polisi Kehutanan Madya Hendri Utama dan Inspektur Upacara Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan  Kepulauan Bangka Belitung Bambang Trisula.

Inspektur upacara Bambang Trisula membacakan sambutan menteri  kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, Hutan Indonesia memiliki peran yang sangat strategis.

“hutan adalah paru-paru dunia, pengatur tata air, rumah bagi keanekaragaman hayati, sekaligus sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat”, jelas Bambang Trisula.

Dikatakannya,  tantangan pengelolaan hutan semakin kompleks. Perubahan iklim, ancaman kebakaran hutan dan lahan, banjir dan longsor di berbagai daerah, serta tekanan terhadap kawasan hutan menuntut jajaran kehutanan untuk bekerja lebih keras dan lebih kolaboratif.

Karena itu pemerintah terus melakukan transformasi kebijakan kehutanan nasional dengan beberapa langkah strategis yang saat ini terus didorong antara lain Pertama, penguatan perlindungan hutan dan penegakan hukum lingkungan, guna memastikan kawasan hutan tetap terjaga dari kerusakan dan eksploitasi yang tidak bertanggung jawab. Kedua, pengembangan perhutanan sosial, agar masyarakat di sekitar hutan dapat menjadi bagian dari pengelola hutan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan. Ketiga, penguatan rehabilitasi hutan dan lahan serta penyelamatan daerah aliran sungai, untuk mencegah bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor yang semakin sering terjadi akibat degradasi lingkungan. Keempat, pengembangan ekonomi hijau kehutanan, termasuk pengelolaan jasa lingkungan, perdagangan karbon, serta multiusaha kehutanan yang membuka peluang ekonomi baru sekaligus menjaga kelestarian hutan. Kelima, modernisasi tata kelola kehutanan melalui digitalisasi layanan dan integrasi data kehutanan, sehingga pengelolaan hutan menjadi lebih transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi. Kita mendorong penguatan tata kelola kehutanan melalui pendekatan yang kami sebut sebagai DSS: Digitalisasi, Sinergi, dan Simplifikasi.

Menjaga hutan berarti menjaga sumber air, melindungi keanekaragaman hayati, serta memastikan masa depan generasi mendatang.

“karena itu, saya mengajak seluruh rimbawan Indonesia untuk terus memperkuat integritas, profesionalisme, solidaritas, serta inovasi dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan”, ajak menhut disampaikan irup Bambang Trisula.

“selamat Hari Bakti Rimbawa semoga semangat Ramadhan semakin menguatkan pengabdian kita menjaga hutan untuk masa depan yang berkelanjutan”, tutupnya.