Pangkalpinang_DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah) dan Penginputan Sistem Informasi Manajemen Bank Sampah (SIMBA) pada hari Senin, 21 Agustus 2023 bertempat di Sun Hotel Pangkalpinang.
Dipesertai oleh 30 bank sampah dan komunitas peduli lingkungan yang bergerak dibidang pengelolaan sampah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi para pengelola bank sampah agar lebih berdaya dalam mengelola bank sampah dan mampu sebagai penggerak ekonomi sirkular.
Selaras dengan apa yang disampaikan oleh Edi Kurniadi dalam sambutannya bahwa “pengelolaan sampah saat ini diharapkan mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi indonesia sekaligus manifestasi dari salah satu prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan, yaitu waste to resource melalui cara kerja ekonomi sirkular dan sampah menjadi sumber energi”.
Permasalahan sampah merupakan salah satu isu prioritas yang memerlukan upaya kolaborasi dalam upaya mencapai target sampah terkendali melalui upaya pengurangan 30% dan melalui upaya penanganan 70% pada tahun 2025.
Disampaikan pula oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bahwa kegiatan workshop ini diharapkan bank sampah dan komunitas pengelola sampah mampu dan siap berkontribusi menghadapi kebijakan Indonesia akan menghentikan pembagunan TPA Sampah pada tahun 2030 mendatang.
“melalui workshop ini dinas lingkungan hidup dan kehutanan berusaha melakukan peningkatan kapasitas pengelola bank sampah agar bank sampah benar – benar menjadi solusi permasalahan sampah di daerah dan siap menghadapi kebijakan bahwa klhk sedang mempersiapkan bahwa indonesia akan menghentikan pembangunan tpa sampah pada 2030 mendatang” Ujar Edi.
Workshop yang diselenggarakan selama 1 hari ini juga merupakan momentum bagi para pengelola bank sampah dan komunitas pengelola sampah mengutarakan kendala, permasalahan yang dihadapi dalam mengelola bank sampah. Dengan menghadirkan 2 orang narasumber dari Direktorat Pengurangan Sampah Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, peserta menyampaikan berbagai macam kendala dan meminta saran solusi dari narasumber seperti masalah fluktuasi harga sampah, sarana prasarana yang butuh ditingkatkan dan tingkat kepedulian masyarakat yang masih kurang dalam memilah sampah.
Ibu Novi, kasubdit Ekonomi Sirkular menyampaikan bahwa permasalahan harga juga dirasakan di seluruh daerah. Sudah menjadi tugas dari instansi lingkungan hidup untuk menjadi fasilitator antara bank sampah dengan offtaker atau industri daur ulang agar dalam rangka menjaga keberlanjutan operasional bank sampah. Bank sampah dapat mengajukan permohonan bantuan sarana prasarana kepada KLHK melalui instansi lingkungan hidup di daerah dengan menguatkan manajemen pencatatan sampah pada bank sampah yang dikelola. Bank sampah juga harus mempunyai komitmen dan target yang terukur kedepannya agar dapat meyakinkan calon mitra.
Pada kesempatan ini juga, peserta diberikan pengenalan terkait aplikasi SIMBA (Sistem Informasi Bank Sampah). Disampaikan oleh Ana selaku narasumber kedua bahwa pencatatan bank sampah itu penting sebagai data dan informasi pencapaian pengurangan sampah nasional.
Workshop ditutup oleh Hutriadi Selaku Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan mengajak semua peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang telah didapat melalui workshop ini dan segera membuat langkah perubahan menuju bank sampah yang berdaya dan menciptakan ekonomi sirkular.